BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

Jumat, 06 November 2009

3 Dasar Alami Dalam Basket

Dribble.... Pass, dan Shoot....

Itulah 3 hal alami yang paling mendasar dari permainan bola basket...

Tanpa Shoot, tidak akan ada point tercipta,, tanpa dribble Anda akan sulit mencetak poin...tanpa passing Anda seakan 'Hidup sebatang kara' di dalam lapangan.

Shooting, dalam basket memiliki banyak variasi / jenisnya (set-shoot, jump shoot, bank shoot, lay-up, fade away,dll) yang semuanya adalah memiliki satu tujuan : POINT....Dalam posting2 yg berikutnya saya akan membahas satu per satu jenis shoot tersebut dan bagaimana melakukannya (namun tidak dalam waktu dekat, karena saya akan terlebih dahulu ingin menyampaikan mengenai fundamental dan variasi jenis latihan dribble)

Passing, komponen tak terlepaskan dalam suatu permainan basket. Mungkin sering kali banyak pemain yang meremehkan dahsyatnya kemampuan passing, dan cenderung menitik beratkan pada shoot ataupun dribble. Melalui artikel ini pula saya akan berusaha menyadarkan para pemain basket dengan cara mengungkapkan pentingya passing melalui penjelasan serba-serbi mengenai passing (latihan dasar, jenis, dan tips melakukan) yang sering kali dianggap remeh.

Dribbling, merupakan hal yang sangat menentukan dalam perkembangan kemajuan dari pemain basket, karena jika seorang pemain basket telah memiliki kemampuan ball-handling yang baik pasti akan lebih mudah untuk dilatih berbagai variasi latihan ataupun strategi.

"Klo pemain basket ga bs bawa bola, gimana mau poin, gimana mau nyerang??"

Oleh karena itu, dalam posting berikutnya, saya akan membahas mengenai dribble beserta video yang mendukung. Karena pada dasarnya dari artikel saya ini, saya ingin lebih menyadarkan betapa pentingnya latihan dasar dribble yg sering kali kurang ditekankan oleh pelatih maupun para pemain itu sendiri, yg mungkin jika saya amati hal tersebut dikarenakan terlalu fokusnya program latihan berdasarkan posisi masing2 pemain ataupun tinggi badan.

Selama mengenal basket di Indonesia, saya seringkali mendengar perkataan seperti ini (terutama untuk anak SMP, SMA, bahkan mahasiswa) :

"Center ga boleh kluar2 garis three-point, ga boleh bawa bola kelamaan, harus jago post-up, harus ahli underbasket" atau "playmaker harus lebih jago dribble dari center, ga perlu terlalu fokus latihan underbasket"

itulah mungkin yang biasa Anda dengar juga mengenai mitos yang sangat salah dalam dasar basket.
Saya harap posting saya yang berikutnya akan dapat membantu kita semua dalam menyadarkan betapa pentingnya dasar2 yang benar dan kuat.

Sumber:basketball-foundation.blogspot.com

MICHAEL JORDAN, SANG LEGENDA BASKET

Dunia olahraga mengenal beberapa nama sebagai legendanya masing-masing. Tinju ada Mohammad Ali. Sepakbola ada Pele dan Maradona. Golf ada nama Tiger Woods. Balap F1 ada Michael Schumacher. Dan, di bola basket, ada satu nama yang dianggap paling berpengaruh hingga sekarang, Michael Jordan.

Untuk satu nama terakhir, meski sudah pensiun dari olahraga yang membesarkan namanya, namun dirinya seolah tak tergantikan. Beberapa nama yang dianggap sebagai the next Jordan-di arena basketball Amerika, NBA-tetap tak bisa menggantikan ketenarannya. Nomor kaosnya-23-hingga kini juga digantung di langit-langit hall of fame sebagai bentuk penghargaan atas prestasinya.

Michael Jordan memang sosok yang sangat komplit. Di dalam lapangan, kemampuannya tak diragukan lagi. Berbagai atraksi menarik disuguhkan saat bertanding. Ia bahkan disebut-sebut bukan lagi sebagai seorang atlet, melainkan sudah menjadi aktor film yang mengundang decak kagum penontonnya. Karena itu, tak heran, kala ia pernah memutuskan pensiun dini-pada tahun 1993-jumlah penonton basket di dunia menurun.

Dunia basket seakan kehilangan ruhnya. Tak urung, komentar yang meminta Jordan kembali ke lapangan terus bergema. Dan, hal itu akhirnya diwujudkan oleh Michael dengan bergabung lagi ke tim Chicago Bulls pada tahun 1995. "Saya mundur karena merasa sudah tak ada tantangan lagi. Dan saya kembali lagi karena saya merasa kini ada tantangan baru," sebut Jordan dalam sebuah wawancara.

Sosok Jordan memang fenomenal. Jika beberapa orang merasa kurang nyaman saat bertemu dengan halangan dan rintangan, ia justru mencarinya. Misalnya, ketika ia kembali dari pensiunnya, secara tidak langsung, ia menantang pemain basket yang dianggap sebagai penggantinya, Kobe Bryant. Dalam sebuah pertandingan para bintang, ia beraksi mencoba menundukkan juniornya tersebut.

Hal tersebut juga ditunjukkan ketika masa awal kuliah. Karena tak punya tinggi badan yang memadai untuk masuk tim utama, dirinya sempat disingkirkan. Namun, bukannya merasa putus asa, ia terus berlatih sendiri hingga tinggi badannya mencukupi. Meski masih dianggap kurang ideal, ia mampu mencetak skor meyakinkan sehingga akhirnya jadi pilihan utama. "Saya dapat menerima kegagalan, tapi saya tidak dapat menerima jika saya belum mencoba," sebut Jordan mengungkap rahasia suksesnya.

Tantangan dan halangan memang sering justru jadi penguat dirinya untuk mencapai prestasi. Pernah, ketika ia mulai masuk di tim profesional NBA, karena memunyai prestasi cemerlang, ia justru sempat "dikucilkan" oleh pemain senior. "Saat kita ingin mencapai sesuatu, pasti akan ada halangan. Saya juga menjumpainya seperti juga orang lain. Tapi, seharusnya itu tak perlu menghentikan kita. Seperti saat mendapati tembok, jangan berpikir menyerah, tapi coba lompati dan lewati," ungkap Jordan. Dengan keyakinan inilah, Jordan mampu mengubah tantangan itu sebagai batu loncatan mencapai sukses yang lebih maksimal.

Kini, nama Jordan sangat lekat sebagai ikon NBA. Tak urung, legenda basket lain seperti Larry Bird pun hingga sampai mengomentari, "Dewa menyamar sebagai Michael Jordan." Prestasi fenomenalnya membuat ia sering diundang untuk menyemangati banyak orang dalam berbagai bidang. "Saya sudah lebih dari 9000 kali gagal melakukan tembakan. Saya sudah hamper 300 kali kalah dalam pertandingan. Setidaknya, 26 kali saya dipercaya untuk menjadi algojo penentu kemenangan dan saya gagal. Saya gagal terus dan terus dalam hidup saya. Dan, justru karena itulah saya sukses," sebut Jordan dalam beberapa kali pidatonya.

Prestasi fenomenal Michael Jordan tak diperoleh dalam sekali dua kali latihan. Ia juga sering gagal dalam kariernya. Namun, justru itulah yang menjadikan dia legenda hingga saat ini. Karena, ia tak pernah menyerah pada keterbatasan. Dan bahkan, ia mampu mengubahnya menjadi sebuah kekuatan. Keyakinan, kerja keras, dan ketekunan adalah contoh nyata dari seorang Michael Jordan yang patut kita contoh untuk mencapai sukses sebenarnya.

Sumber: www.andrriewongso.com

Jumat, 30 Oktober 2009

Satria Muda Britama Buka Sekolah Basket di Surabaya
SM BRITAMA
SM BRITAMA
Kamis, 23 April 2009 | 10:10 WIB

JAKARTA, TRIBUN - Klub Bola Basket Satria Muda (SM) Britama akan membuka Pusat Pelatihan Bola Basket di kota Surabaya dan beberapa kota besar yang ada di tanah air. Pemilik Klub Satria Muda Britama Erick Thohir mengatakan saat ini SM Britama sudah memiliki pusat pelatihan di tiga tempat di Jakarta di antaranya adalah di Kelapa Gading Jakarta Utara dan Ragunan Jakarta Selatan.

"Saat ini kami sudah mendapat respon positif dari para penggemar bola basket, karena itulah kami merencanakan untuk membuka pusat pelatihan ini di Surabaya dan beberapa kota lain di tanah air," ungkapnya di Jakarta, kemarin.

Pusat pelatihan SM Britama saat ini diakuinya sudah memiliki anak didik sebanyak 400 orang. "Mereka ini masih berusia muda, rata-rata masih duduk di bangku sekolah sekolah menengah pertama dan atas," tuturnya.

Saat ini diakuinya ajang Liga Bola Basket Indonesia (IBL) memiliki tingkat persaingan yang sangat ketat. Karena itulah, jika persiapan dan pembibitan tidak dilakukan sejak awal, SM Britama tidak bisa bersaing dengan klub-klub lain di IBL ini.

"Saat ini kami menjadi yang terbaik, bukan tidak mungkin tim kami akan terpuruk. Karena itulah persiapan dan pembibitan harus kami benahi, termasuk menggelar pusat pelatihan SM Britama," paparnya.

Sementara itu, Pelatih SM Britama Fictor G Roring sependapat dengan Erick yang mengatakan persaingan di IBL semakin berat. "Karena itulah, pusat pelatihan BM Britama ini nantinya bisa menyokong pemain untuk memperkuat SM Britama di ajang IBL dan ajang pertandingan internasional lainnya yang diikuti oleh tim kami ini," katanya.

SM Britama diakuinya harus bekerja keras membina pemain-pemain muda untuk nantinya bisa menggantikan posisi pemain yang ada sekarang ini. "Jika tidak melakukan regenerasi, tentu SM Britama akan kesulitan meningkatkan prestasinya," ujarnya. (Persda Network/oro)

Sumber: tribunjabar.co.id

INDONESIA TERTINGGAL 5 TAHUN DARI AMERIKA

Dunia Basket yang makin Hot saat ini mendapat julukan tertinggal 5 tahun dari AS, asal mula NBA. Dimana yang berbicara adalah Danny Granger, bintang National Basketball Association (NBA) sendiri. Kehadiran Danny Granger di final kompetisi basket pelajar terbesar, Honda DetEksi Basketball League (DBL) 2008 dan NBA Basketball Clinic di DBL arena, membuatnya mengambil kesimpulan demikian.danny granger indiana pacers

Selain itu, kedatangan Danny Granger di Jakarta kemarin (25 agustus 2008) juga diwarnai dengan jamuan makan malam di kediaman Duta Besar AS, Cameron R.Hume. Yang paling serunya, Granger terus memuji perihal kunjungannya di kota pahlawan. :Antusiasme basket di sana luar biasa”, katanya kepada Duta Besar AS.

Selain itu, kunjungan Granger ke panti asuhan Darrul Mushthofa juga memberi pengalaman yang luar biasa.
mampukah Indonesia mengejar ketertinggalannya?

Sumber: gugling.com

Basketball
Registered User

Basketball's Avatar

Join Date: Feb 2003
Location: Basketball Court
Posts: 6,135
WebPoint: 0
GaulPoint: 8
Adidas Streetball Challenge 2003
Semua Masuk Kategori Umum
04-Jul-2003 16:45

Inilah kesempatan emas para pebasket muda di Bandung dan sekitarnya untuk unjuk gigi dalam Adidas Streetball Challenge, 5-6 Juli di lapangan parkir Bandung Super Mall (BSM), Bandung.

Tak adanya hadiah utama mewakili Indonesia ke luar negeri membuat event ini hanya mempertandingkan kategori umum.

“Ada pembatalan dari regional Asia untuk pelaksanaan internasional akibat dampak SARS. Jika tak dibatalkan, rencananya juara dari event yang digelar di Indonesia akan dikirimkan ke Korsel,” ucap Febri Momor, ketua panitia event dari PT Trigaris Sportindo, yang membawahi Adidas Indonesia.

Namun, Momor tetap optimistis dengan ajang itu. “Sampai hari ini sudah ada 20 regu yang mendaftar. Kami akan menggelar turnamen itu di empat lapangan,” tambah Momor. Selain streetball (3-on-3), juga akan digelar kontes tembakan 3-angka dan slam dunk.

Pertandingan babak penyisihan akan digelar selama 10 menit, sedangkan semifinal dan final selama 15 menit. “Kami juga akan menerapkan sistem gugur,” tambah Momor, yang menjadi manajer tim Indonesia pada tahun lalu di Shanghai, Cina.

Tiga alumnus Streetball Shanghai 2002 yang sekarang bermain di Liga Basket Indonesia (IBL) adalah Yudi Mardiansyah, Rat Reza Syaputra, dan Kelly Purwanto. Mereka pemain Satria Muda Britama. Selain di Bandung, kegiatan tersebut juga akan digelar Parkir Timur Senayan, Jakarta 19-20 Juli. (Tabloid BOLA No. 1325, edisi 4 Juli)

© BasketIndonesia.Com

| Tim Basket Indonesia Tampil di Kejuaraan Asia |

Meski hanya meraih Juara II, tim basket Indonesia terpilih untuk tampil dalam babak kualifikasi Kejuaraan Asia di China Agustus mendatang.

Indonesia akan mendampingi Filipina, yang merengkuh Juara I ketika mengalahkan tim 'merah putih' 98-68 dalam final Kejuaraan Bola Basket Asia Tenggara yang digelar di GOR Angkasa Lanud Medan, Selasa (9/6) malam.

Ditanya mengenai pebasket yang akan berangkat ke China, Pelatih tim basket Indonesia Raoul Miguel Hadinoto mengatakan, para pemain yang diturunkan pada kejuaraan ini (Kejuaraan Bola Basket Asia Tenggara) tidak mutlak mereka yang harus berangkat ke China. Namun mengenai keberangkatan itu, katanya, akan dimusyawarahkan nantinya dengan PB Perbasi.

"PB Perbasi yang akan memutuskan nama-nama pebasket yang mengikuti Kejuaraan Bola Basket Asia di China," ucapnya. (MI)

Sumber : bukucatatan-part1.blogspot.com


BASKET INDONESIA, TIDAK MEMBOSANKAN ! ! ! Babak final four kompetisi bola basket A Mild Indonesian Basketball League (IBL) 2008, saat ini tengah berlangsung di Jakarta. Empat tim yang masuk babak final four adalah "langganan" empat besar IBL, Satria Muda (SM) Britama Jakarta, XL Aspac Jakarta, Garuda Bandung, dan Bhinneka dari Solo.

Dari keempat tim itu, sudah bertahun-tahun sejak IBL digulirkan pada 2003, tim yang masuk grand final hanya "itu-itu saja", SM Britama dan XL Aspac. Itulah sebabnya, banyak pencinta baskt yang menyebutkan kompetisi bola basket Indonesia mulai membosankan, dan mempelesetkan singkatan IBL menjadi "Indonesian Boring League".

Tak heran, dalam babak final four kali ini, banyak yang mendukung tim yang dianggap sebagai underdog, yaitu Garuda dan Bhinneka. Hal itu misalnya dapat terlihat pada babak final four yang diselenggarakan di Gelora Bung Karno, Jakarta, 26-27 April ini, yang menghadapkan runner-up tahun lalu, XL Aspac, melawan penantangnya Garuda.

Garuda masuk ke babak final four setelah mengalahkan Kalila dari Jakarta dalam pertandingan yang digelar di C'Tra Arena, Bandung, akhir pekan lalu. Saat itu,Garuda menang telak. Namun kemenangan itu disertai beberapa catatan. Kelly Purwanto, bintang Garuda yang juga menjadi salah satu "ikon" masih sering ingin terlalu bermain cantik. Sementara calon pemain terbaik, Most Valuable Player (MVP) IBL 2008, Denny Sumargo masih sering terlalu banyak men-dribble bola, padahal banyak temannya yang berdiri bebas tanpa penjagaan. Turn over Garuda juga masih terlalu banyak, di atas 20 kali. Padahal untuk tim sekelas Garuda, turn over di atas 15 kali sudah terhitung banyak.

Untunglah, dalam pertandingan menghadapi XL Aspac yang lebih dijagokan oleh banyak pihak, Garuda berhasil memperbaiki kelemahan-kelemahan itu. Justru XL Aspac yang terlihat keteteran dengan permainan cepat Garuda. Di kuarter pertama, Garuda telah unggul 29-19. Kelly Purwanto langsung menggebrak sejak wasit meniup peluit tanda pertandingan dimulai. Kelly mengawali dengan lemparan dua angka, dan kemudian sekali lagi dengan lemparan tiga angkanya, yang dua-duanya menghasilkan angka.

Di kuarter kedua, XL Aspac mencoba bangkit dan berhasil memperkecil ketinggalan, sehingga skor akhir 40-39 masih untuk Garuda. Pada kuarter ketiga Garuda kembali menggebrak. Di kuarter ini, andalan XL Aspac, Mario Wuysang sempat mengalami cedera, sehingga harus keluar lapangan. Hasil akhir di kuarter ini adalah 64-53 untuk Garuda.

Pertandingan seru terjadi di kuarter keempat. Baru saja semenit lebih pertandingan berlangsung, Kelly terjatuh saat hendak melakukan lay up. Kepalanya membentur tiang dan terpaksa harus dirawat beberapa saat. Angka mulai berkejaran. Saat tersisa 1 menit 16 detik, angka sama 72-72. Bahkan 18 detik menjelang kuarter keempat berakhir, XL Aspac sempat unggul 74-72. Namun 6 detik menjelang akhir, Kelly yang sudah masuk lapangan kembali mendapat dua kali lemparan bebas yang dengan sempurna dilakukannya, sehingga akhir kuarter keempat 74-74.

Terpaksa dilakukan perpanjangan waktu (over time) selama 5 menit. Pada perpanjangan waktu ini, XL Aspac sempat memimpin 75-74, 78-75, bahkan sampai 81-75 ketika waktu tersisa 2 menit 45 detik lagi. Garuda tak mau menyerah, pelan-pelan bangkit, dan pada 1 menit 22 detik menjelang akhir memimpin 82-81. XL Aspac menyamakan kedudukan 82-82, namun akhirnya Garuda menang 83-82.

Kemenangan itu membuat XL Aspac harus menang dalam pertandingan game ke-2, Minggu 27 April 2008 di tempat yang sama. Menurut pelatih XL Aspac, Tjetjep Firmansyah, pihaknya tentu saja akan berusaha memenangkan pertandingan di hari Minggu ini.

Sementara itu manajer Garuda, Simon Pasaribu, menyebutkan pihaknya akan menjaga momentum kemenangan, sehingga bisa menang kembali di Minggu ini dan melaju ke babak grand final.

Sementara bagi para pencinta basket Indonesia, kemenangan Garuda itu membuat pertandingan kompetisi IBL tidak lagi membosankan. Bahkan menjadi lebih seru dan lebih bernilai sebagai suatu pertandingan olahraga dan sekaligus hiburan yang menarik.

Sumber : wikimu.com